Ya ya ya, bulan Ramadhan akhirnya tiba juga dan tidak terasa sudah 1 minggu kita lewatin. Saya gak pengen ngomong banyak sih tentang tema Ramadhan karena memang bukan kapasitas saya untuk berbicara ihwal keagamaan. Hanya saja beberapa hal yang ingin saya utarakan adalah bahwa jangan lupa tujuan berpuasa, yakni menyucikan diri. Karena apa, fakta yang ada di lapangan adalah, bahwa menjelang lebaran, kriminalitas justru meningkat. Ini bukti bahwa setan itu tidaklah di belenggu. Melainkan, yang terjadi sebetulnya adalah, bahwa dari dulu Setan itu tidak pernah menggoda kita para manusia, karena apa, karena tanpa di godapun, manusia itu memiliki kecenderungan melakukan dosa. Karena itulah obatnyapun tidak sulit, tinggal ngilangin huruf S aja, Do'a. He he ... Anggap saja Ramadhan itu semacam 'sekolah' yang harus kita ikuti selama 1 bulan saja. All we have to do is, kudu lulus. That's all.
Jumat, 26 Juni 2015
Jumat, 19 Juni 2015
Pertemuan Tiba-Tiba di Sidoarjo
Sebuah pameran layanan jasa publik di gelar di Sidoarjo kemarin. Ketika saya selesai mengajar piano, seseorang dari pameran mendatangi saya di lobby lalu menunjukkan identitasnya yang seorang pegawai dinas dari Kemenkunham. Dia sedang mencari seorang pemain gitar klasik untuk mengisi acara pamerannya besok. Saya sebetulnya menolak, karena badan saya masih pegal setelah acara Guitar Warbler di Sekolah Musik Indonesia daerah Ngagel di malam sabtunya. Tetapi setelah tau dia adalah teman dari teman saya di Surabaya maka akhirnya saya iyakan permintaan itu.
Kamis, 18 Juni 2015
Lomba Cerpen Penerbit Rumah Kayu
Beberapa waktu lalu Penerbit Rumah Kayu mengadakan sebuah lomba cerpen bertema bebeas yang mana nanti akan karya terbaik dan pilihan akan dibukukan. Saya tidak pernah menyangka jika pesertanya ternyata akan sebanyak ini. Jumlahnya mencapai 1154 naskah. Saya sendiri berada di urutan 262. Judulnya Cinta dan Spiritualitas, sengaja saya pilihkan karya saya itu untuk menyambut bulan suci Ramadhan ini.
Sabtu, 06 Juni 2015
Good Bye Tina
Saya selalu benci perpisahan. Seperti hari ini. Gadis itu menangis. Membungkuk-bungkuk di depan saya dan terus mengucapkan terima kasih. Namanya Tina Yang. Dia adalah gadis berkebangsaan China yang bekerja di Surabaya sebagai instruktur Bahasa Mandarin. Kontraknya tak diperpanjang dan dia harus kembali ke negara asalnya besok pagi. Tina belajar gitar di lembaga musik yang tempat saya mengajar gitar. Sudah sejak awal saya tau dia begitu berbakat. Beberapa lagu permintaan Tina telah selesai saya ajarkan dan telah dengan baik ia kuasai di gitar klasik. Beberapa lagu seperti Ni Hen Li Wen dan Haoshang Haoshang adalah yang paling dikuasainya. Kamis, 04 Juni 2015
Menulis, Kenapa Nggak?
Sejak 4 hari yang lalu, Nulisbuku Community tengah mengumandangkan budaya menulis harian. Luar biasa program ini. Baru 4 hari sudah ratusan orang yang join. Menulis adalah proses penggalian konsep kreatif ide-ide. Ini adalah kegiatan yang mencerdaskan. Saya sendiri, walaupun bukan profesional di bidang kepenulisan, paling tidak saya mencoba untuk terus berproses kreatif melalui kegiatan ini. Tidak ada yang mau cepat tua khan? Dan menurut hemat saya, menulis sangatlah efektif menunda penuaan he he.
Sabtu, 30 Mei 2015
Cerita Itu dan Gadis Misterius
Setelah sekian lama, burung parkit itu hinggap lagi di pohon yang sama seperti yang dihinggapinya kemarin. Serigala lapar yang tengah bersitirahat di bawah pohon itu, akhirnya tersenyum kembali mendengar kicauan parkit itu. Kicauan indah yang menyejukkan hati. Rasa lapar dan lelahnya mendadak hilang. Setelah terbang tinggi kemarin, serigala itu menangis karena harus merasakan pedihnya kesepian lagi. Dia sudah merelakan kepergian parkit itu hingga akhirnya burung cantik itu kembali lagi dan bernyanyi dengan kicauan khasnya seperti menjanjikan sesuatu.Back To Write
Hari yang sibuk. Itu alasan saya mengapa sering absen akhir-akhir ini. Malam itu kulihat tumpukan buku, penulisnya, Nugroho Nurarifin, Agatha Christie, Andrea Hirata, dan beberapa karya lama Ernest Hemingway. Rasanya belum selesai semua kubaca. Kulirik sesuatu di sebelahnya, kertas dan pena yang menggantung di ujung meja. Kusulut rokok terakhirku, sembari memandang langit berkabut di luar jendela. Rasanya aku telah cukup lama menyia-nyiakan waktuku menulis. Nampaknya ini saat yang tepat bergelut dengan kata-kata. Akhirnya kuputuskan juga. Buku pertama yang aku tulis adalah sebuah buku lesson gitar berjudul Improvisasi Jazz Pada Gitar sebagai kelanjutan dari buku pertamaku Guitarology. Buku itu sudah rampung kugarap bulan lalu dan sudah banyak dipesan orang dari beberapa teman di facebook dan twitter. Ya kalo ditotal sih udah lumayan lah bisa buat beli gadget baru he he...
Langganan:
Postingan (Atom)




