
Sebagai sebuah tempat tinggal yang tak pernah usang oleh zaman, dunia ini dalam berbagai horizon paradoksalnya adalah sebuah induk semang bagi parasit-parasit yang bernama manusia. Mungkin itu adalah sebuah analogi final untuk mewakili keberadaan manusia di dunia yang penuh dengan keindahan ini. Dimana lagi kita akan menyandarkan diri dan hidup kita jika tidak dengan mengkonsumsi benda-benda keduniaan. Hanya satu hal yang semakin menjadi motivasi manusia – manusia dunia dalam melakukan berbagai macam perilaku kemanusiaan, yaitu kepuasan. Dalam berbagai macam interaksinya, kaum yang merasa dirinya beradab ini selalu menjadikan kepuasan sebagai misi utama dalam berkebudayaan.