Kekhawatiran, terkadang sering muncul tanpa alasan. Hanya karena tidak dipedulikan, atau diabaikan oleh mereka yang biasanya menjadi "penyuplai perhatian", seseorang bisa saja dilanda rasa khawatir yang sangat. Rasa was-was itu, tiba-tiba mencekat leher dan sekujur tubuh beserta segenap persendiannya. Perasaan ini kemudian menjalar naik menerpa otak dan merepresi akal untuk memproduksi spekulasi-spekulasi negatif yang kemudian menciptakan tekanan hebat pada jantung dan memberi efek "gelisah" pada diri seseorang.
Selasa, 15 Maret 2011
Formula Keputusan
Pergulatan hidup manusia adalah suatu fenomena dimana seluruh komponen kehidupan seseorang ikut ambil bagian disini. Dalam kondisi seperti ini banyak manusia – manusia yang baru menyadari adanya
keterbatasan – keterbatasandalam dirinya.Begitu ia menemukan keterbatasan ditengah pergulatan hidupnya, maka pada saat yang sama ia juga
keterbatasan – keterbatasandalam dirinya.Begitu ia menemukan keterbatasan ditengah pergulatan hidupnya, maka pada saat yang sama ia juga
menemukan kemungkinan sekaligus kebebasan untuk menyemarakkan kehidupannya.
Kamis, 10 Maret 2011
Abstraksi Sebuah Rancangan
Mengapa air mengalir, mengapa hujan turun ke bumi, mengapa burung terbang di udara, mengapa jantung selalu berdenyut, mengapa manusia bernafas, mengapa Buddha selalu tersenyum, dan mengapa matahari selalu muncul tiap pagi? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan retoris yang pada dasarnya tidak membutuhkan jawaban. Padahal disinilah letak poros dari kehidupan itu berada . Ya, itulah rancangan kehidupan yang setiap waktu dan setiap detik selalu berjalan sesuai dengan kodratnya tanpa pernah melawan.
Itulah realita yang dalam hal ini saya sebut sebagai kulit kehidupan (reality). Namun ada bagian yang lebih dalam dari kehidupan. Ia tidak nampak namun cenderung lebih terasa pengaruhnya dibanding dengan kulit kehidupan yang secara fisik nampak dengan sangat jelas dan nyata. Inilah yang oleh banyak filsuf, agamawan, dan ilmuwan disebut sebagai dunia batin (mind world). Bahkan banyak yang mengklaim bahwa apabila manusia dapat menguasai dan mengolah kebatinan mereka ini, maka dunia akan ada dalam genggaman. Tak ada lagi kesusahan dan kemalangan. Yang ada hanya perasaan bahagia dan nyaman saja. Sayangnya tesis ini masih bias, dan orang-orang yang mengaku telah melampaui proses kebatinan ini hanya berkata “Kalian tidak akan merasakan kebahagiaan yang kami rasakan apabila kalian belum melewati proses yang telah kami lewati”, begitu kira-kira argumen mereka.
Puitisasi
Langit
Dimana langitku yang selama ini kukenang. Ia telah hilang. Langit yang selalu ada ketika dunia ini damai tanpa gemuruh suara alam yang menolak akan kebrutalan manusia. Alam ini menjerit pedih. Meraung-raung akan anarkisme dan vandalisme yang dilakukan manusia. Langit yang sekarang, hanyalah menjadi saksi bisu arogansi umat manusia yang selalu membuat kesewenang-wenangan di kaki langit ini. Ia terlalu agung untuk menyaksikan kenyataan ini. Terlalu hening untuk bersikap. Juga terlalu suci untuk berang. So, I want my sky. But, where is my sky, yang selalu memberiku ketenangan dan kedamaian saat aku melihatnya. Ternyata jiwaku kini tak mampu lagi untuk melihat indahnya langit, karena kotornya tempat yang aku singgahi ini.
Dimana langitku yang selama ini kukenang. Ia telah hilang. Langit yang selalu ada ketika dunia ini damai tanpa gemuruh suara alam yang menolak akan kebrutalan manusia. Alam ini menjerit pedih. Meraung-raung akan anarkisme dan vandalisme yang dilakukan manusia. Langit yang sekarang, hanyalah menjadi saksi bisu arogansi umat manusia yang selalu membuat kesewenang-wenangan di kaki langit ini. Ia terlalu agung untuk menyaksikan kenyataan ini. Terlalu hening untuk bersikap. Juga terlalu suci untuk berang. So, I want my sky. But, where is my sky, yang selalu memberiku ketenangan dan kedamaian saat aku melihatnya. Ternyata jiwaku kini tak mampu lagi untuk melihat indahnya langit, karena kotornya tempat yang aku singgahi ini.
Matinya Revolusi Ideologi
Sejauh manusia menancapkan kuku-kukunya di sudut-sudut peradaban dunia selama berabad abad, selalu ada kebutuhan akan suatu keyakinan. Mulai jaman kegelapan yang dimulai dengan adanya konsep ketuhanan Dewa Ra, manusia sudah berusaha menciptakan suatu paham kepercayaan yang hakekatnya sangat prinsipil sekali. Konsep yang selanjutnya dalam terminologi modern disebut ideologi ini, menuntut adanya pembuktian kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya pada tahun-tahun berikutnya, dengan berbagai jenis lelaku sosialnya,manusia belajar untuk lebih memahami arti kehidupan. Di tengah-tengah hegemoni sosial yang semakin maju, muncullah nama-nama besar yang menjadi poros tengah pemikiran peradaban pada setiap masa. Socrates, Plato, dan Aristoteles hadir di tengah masa-masa kejahiliyahan Yunani. Ia memberikan sumbangsih pemikiran yang terlampau maju pada zamannya. Pendapatnya mengenai jiwa manusia yang hidup dalam raga ini,dan segala tesisnya mengenai metodologi matematis ilmiah, ditolak mentah-mentah pada masanya. Walhasil, kerajaan memutuskan mengeksekusi Socrates di tiang gantung. Ini adalah bukti bahwa pembaharu peradaban yang membawa ideologi kehidupan, tidak selalu harmonis dengan zaman dimana ia hidup.
Selasa, 12 Mei 2009
Tips-Tips Mengatasi Kejenuhan Saat Bekerja

Tidak dipungkiri dalam keseharian bekerja selalu mengalami kejenuhan, apalagi yang biasa bekerja dibelakang meja, yang sehari-hari hanya memelototi komputer, membuat mata jadi pedih dan pundak pegel rasanya tapi, jangan kawatir karena bekerja adalah motivasi hidup jadi perlu solusi untuk mengatasinya agar hilang kejenuhan dalam bekerja.
Berikut ini adalah tips-tips mengatasi kejenuhan saat mengalami kejenuhan bekerja. Hal ini biasanya berlaku tidak hanya sebgai drafterCAd saja tapi pofesi lain yang biasanya dibelakang meja, dan saat mengalami kejenuhan bisa melakukan hal-hal dibawah ini sehinga bisa mengatasi kejenuhan saat bekerja antara lain:
Senin, 04 Mei 2009
THE WORLD IS NOT ENOUGH

Sebagai sebuah tempat tinggal yang tak pernah usang oleh zaman, dunia ini dalam berbagai horizon paradoksalnya adalah sebuah induk semang bagi parasit-parasit yang bernama manusia. Mungkin itu adalah sebuah analogi final untuk mewakili keberadaan manusia di dunia yang penuh dengan keindahan ini. Dimana lagi kita akan menyandarkan diri dan hidup kita jika tidak dengan mengkonsumsi benda-benda keduniaan. Hanya satu hal yang semakin menjadi motivasi manusia – manusia dunia dalam melakukan berbagai macam perilaku kemanusiaan, yaitu kepuasan. Dalam berbagai macam interaksinya, kaum yang merasa dirinya beradab ini selalu menjadikan kepuasan sebagai misi utama dalam berkebudayaan.
Langganan:
Postingan (Atom)




